fikrah di tengah pulazi
pernahkah fikrahmu menerawang terbang? disekelilingmu pulazi atau mungkin menghapusmu entah mereka tak lantas membunuhmu tapi kau takkan patah dari jiwa yang layak berteduh dibawah langit Tuhanmu memelukmu dalam embun melalui tegukan vodka tak beranjak dari sukma ragamu entah karna kau memujanya haus akan rahmatNya Pernahkah fikrahmu menerawang terbang? atau kau selalu bermain cinta denganNya pasti Dia menyayangimu disekelilingmu pulazi Azzammu menggunung rinjani kau hanya membatu tunggu ajal mu bagai Bereozka yang pasrah mematung diterpa dingin tepi moskwa harusnya kau turuti cabik kelaliman yang membahana lingkar kudrat Ilahi rela sertai setetes niatmu Kau tak layak membisu kelu harusnya kau meraung unjuk taringmu yang tak pantas berserakan di taman fana tumpas dengan cakarmu yang terpatri jutaan pedang dan belati takwa Kau tak patut terbaring lemah yogyanya kau labrak sampah kemunafikan tetap tenang mengukir jirahmu bakar semua hal mnjijikan dilataran bangkai tak abadi yang tak patut hidup ditaman proyeksi ilahi Engkau mulai layangkan pandang kau tahu itu,kau tak patah juang yang berpadu kristal pegunungan Ural kandung imanmu serta batuan laut Baikal yang menyerap keyakinanmu Disekelilingmu pulazi Tuhan membangun istana di lubuk hatimu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar