Wahai para Iiskandar mendatang
Adakah kau dengar cibir di ufuk barat
yang emupus asamu sebagai manusia
kebiri citra indahmu
O,sumpah serapah,mereka mengumpat
Kau hidup tak utuh sukmamu
Kau berjuang di balik tirai menghitam
pancarkan sinar di kornea mereka
hanya memburam di retinanya
Tak apa! lenteramu tetap menyala
tanpa ad peduli engkau masih bernadi
merajut sebongkah rona pesona
tapi mereka tak mengerti
Wahai yang mulia Iskandar berikutnya
Tahukah kau mampu selimuti dunia
Samudra ilmu mana yang kau selami
dibalik palto hangatmu?
kau bisa kepakan sayapmu
Al-Azhar,Chiba,Aligarh,Oxford,MGU
dunia hanya runtuhan batu kerdil
Kaulah rajanya
Singgahi semua istana mewah
interiornya bermain warna
fidah pun tak beranjak dari kilatnya
ornamen sentuh balutan dindingnya
Kaulah rajanya,
arsitektur Romanesque dan Gothic tengah bercinta
Sedikit saja mau kau teguk
yang tak becus musnahkan pulazi
pahit karam duka dunia
kau mampu ludahi Ban ki moon
yang merambat kezaliman
kau dibalik jirah tawadhu mengkristal
kau bisa dongakan kepalamu dihadapannya
Tapi kau sahaya ilahi
hanya dibawah tumpuan
kau lempar keningmu
Akan ada mereka memelukmu
bagai darwis bercinta dengan tuhannya
padu kasih dibawah bantalan hijau
didalam kemah kemah Firdaus
seperti Tuhan merangkulmu
di bawah asmaNya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar