DIARY PECUNDANG
Dentang jarum jam yang runtun mengitari porosnya..
Kuintip dari kejauhan dia tenang bernada
Ku titip sejuta kenangan pada gadis kecil di tepi jalan..
Menanti harap kasih kakaknya yang tak kunjung pulang..
Mengutuk dua bingkai kelopak perhiasan yang dia gantung pada sepi..
Kini tangisnya tak terbendungi, ku rayu senyumnya yang telah mati..
Ku kutuk sial lelaki nista pendusta..
Tinggalkan kasih sunyi berharap pada bunyi ombak pada sore hari..
Kasihnya jingga, tak harap dia datang dalam tawa
Ku intip kembali bola intan yang berbinar..
Bunga mekar yang tergenggam di ujung perpisahan..
Selalu dia nanti dari jauh keraguan..
Sayup sayup tatapan mata terhuyung dalam senja..
Ia tangkupkan kedua tangannya bersama janji parau yang dibuatnya..
Sore itu kusaksikan lelaki hina berlutut mengemis tanya..
Kini bunga termenung menunggu nyanyiannya
Dia terjatuh berserakan bersama tangis kecewa..
Ku bawa gadis kecil itu menepi..
Ku kutuk lelaki bisu yang membujur membatu
Ku ludahi kerongkongannya menangkis haru..
Ku sebut namanya dalam hati 'Aku'
Post Top Ad
Responsive Ads Here
Kamis, 02 Juni 2016
Tags
# suasana hati
Share This
About Anime-Demia Admin
suasana hati
Label:
suasana hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Post Bottom Ad
Responsive Ads Here
Author Details
Ekademia adalah blog tentang hal hal yang gak berguna sama sekali cuma buat ngisi kegabutan gua doang anjingggg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar