Ilmu Antropologi - Ekademia's Blog

Ekademia's Blog

Life is journey, filled with unexpected miracles

EKADEMIA

test banner

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 30 Oktober 2019

Ilmu Antropologi

 Pengertian Antropologi

Antropologi diartikan sebagai ilmu tentang manusia. Secara terminologi, antropologi diartikan sebagai ilmu tentang manusia, khususnya tentang asul-usul, aneka warna bentuk fisik, adat istiadat dan kepercayaannya pada masa lampau. Edward Taylor mendefinisikan
antropologi sebagai hasil prilaku yang pada gilirannya mengakumulasikan dan mentransimisikan pengetahuannya. Oleh karena kemampuannya yang khusus manusia itu maka ia dapat menyusun kembali lingkungan alamiahnya. Adapun definisi lain yang dikemukakan oleh para pakar antropologi, setidaknya antara lain adalah menurut James L. Peacock, pengertian antropologi itu menitik beratkan pada aspek pemahaman kemanusiaan dalam bentuk keanekaragaman secara menyeluruh.Menurut Kuncaraningrat, Spesialisasi Antropologi terbagi dua,yaitu:

1. Antropologi Fisik: Paleontologi (asal usul manusia, evolusinya dan sejarahnya)
Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil-fosil. Antropologi Fisik tertarik pada sisi fisik dari manusia.

2. Antropologi Budaya:

a) Arkeologi
Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan. Kajian sistematis meliputi penemuan,
dokumentasi, analisis, dan interpretasi data berupa artefak (budaya bendawi, seperti kapak batu dan bangunan candi) dan ekofak (benda lingkungan, seperti batuan, rupa muka bumi, dan fosil). Secara khusus, arkeologi mempelajari budaya masa silam, yang sudah berusia tua, baik pada masa prasejarah (sebelum dikenal tulisan), maupun pada masa sejarah (ketika terdapat bukti-bukti tertulis). Pada perkembangannya, arkeologi juga dapat mempelajari budaya masa kini, sebagaimana dipopulerkan dalam kajian budaya bendawi modern (modern material culture).

b) Ethnologi
Yaitu ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia didalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia baik memahami cara berpikir maupun berprilaku. De Vos dan Barth dalam Pelly mengemukakan perbatasan-perbatasan kelompok etnik sebagai segi-segi penegas yang penting bukannya ”hal-hal” budaya di dalam perbatasan-perbatasan tersebut. Barth menyatakan bahwa kita tidak dapat mengenali suatu kelompok etnik hanya dari
budayanya saja. Kita harus memperhatikan prilaku mereka.

c) Ethnografi
Adalah pelukisan adat kebiasaan. Ethnografi adalah metode riset yang menggunakan observasi langsung terhadap kegiatan manusia dalam konteks sosial dan budaya sehari-hari. Ethnografi berusaha mengetahui kekuatan-kekuatan apa saja yang membuat manusia melakukan sesuatu. Para etnografer ini akan tertarik bila melihat seseorang yang mengatakan suka makanan sehat, namun memesan secangkir ice blended coffee dengan cream berlimpah. Misalnya, seperti pernyataan Eric Arnould, profesor Marketing dari University of Nebraska, “Ethnography is a way to get up close and personal with consumers.”
Contoh dari ethnografi adalah yang sebagaimana ditulis oleh Usman Pelly Guru Besar IKIP Medan dalam bukunya yang berjudul “Urbanisasi dan Adaptasi; Peranan Misi Budaya Minangkabau dan Mandailing”. Beliau mengatakan :Orang Mandailing dan Minangkabau telah lama memeluk agama Islam, kelompok Minangkabau sejak permulaan abad ketujuh belas dan kelompok Mandailing sejak permulaan abad kedelapan belas. Kedua kelompok ethnik itu dikenal di Indonesia sebagai muslimin yang taat dan patuh. Islam dan tradisi (adat) sama-sama mendukung identitas-identitas etnik kedua kelompok itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman