ngeropok panjang mulud - Ekademia's Blog

Ekademia's Blog

Life is journey, filled with unexpected miracles

EKADEMIA

test banner

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 02 April 2015

ngeropok panjang mulud



Khazanah Islam Nusantara
NGEROPOK PANJANG MULUD
(Ekspresi Islam Nusantara di Serang Banten)




            



 
Ditulis oleh:
Eka Sutisna


Deskripsi
             Pagi itu 7 februari 2013 di Serang, Banten tidak seperti pagi pagi biasanya, jalanan tampak lebih ramai penuh dengan dekorasi unik. Saya yang merupakan pendatang di kota  masih belum paham keadaan yang terjadi pagi ini. Saya kira ini hanya sekedar pawai arak arakan biasa, tapi ternyata kata penduduk sekitar pawai ini adalah salah satu tradisi islam yang berkembang di daerah Serang ,Banten untuk memperingati maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. diselenggarakan pemerintah kota (pemkot) serang melalui dinas pemuda, olahraga, pariwisata dan kebudayaan (disporaparbud) kota serang. Orang orang di sekitar daerah tersebut menyebutnya  panjang mulud. Disebut panjang mulud karena kegiatan ini seperti memajangkan sebuah makanan yang berbentuk hiasan-hiasan dalam bentuk macam ragamnya. Bentuk-bentuk panjang mulud yang dihiasi, adalah perahu, pesawat, ka’bah, masjid, kubah masjid, dan lain sebagianya.kegiatan panjang mulud dimulai pada jam 9.00 wib diawali dengan iring-iringan panjang dari kantor pemkot lama di ciceri sampai islamic center. Sebelum peserta pawai panjang datang ke panggung utama, dimana wali kota serang tubagus (TB) Haerul Jaman, dan sejumlah pejabat pemkot serang, unsur muspida dan tokoh masyarakat sudah lama menunggu. Sekitar pukul 10.11 peserta panjang mulud pertama datang, kedatangan peserta pertama itu disambut tepung tangan para hadirin. Peserta selanjutnya menyusul dengan tertib. Salah satu yang membuat acara ini ramai adalah adanya kendaraan hias dan berbagai benda yang di hias yang  berisi makanan sembako, makanan, pakaian dan yang lainnya, kendaraan ini berjajar panjang ke belakang, kendaraan hias dan isinya ini disiapkan oleh berbagai instansi dan kecamatan se-kota Serang. Kemudian warga dipersilahkan untuk mengambil sembako dan barang barang yang terdapat pada kendaraan tersebut. Namun sebelum dipersilahkan terkadang warga sudah terlebi dahulu berebut mengambilnya.



Sejarah Panjang Mulud
              Membicarakan sejarah panjang mulud tidak lepas dari sejarah maulid sendiri. Imam as-suyuthi dalam kitab husn al-maqosid fi amal al-maulid menerangkan bahwa orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid nabi adalah Malik Mudzorofah ibnu Batati, penguasa dari negeri ibbril yang terkenal loyal dan berdedikasi tinggi.mudzorofah pernah menghadiahkan sepuluh ribu dinar kepada syekh abu al-khatib ibnu dihyah yang telah berhasil menyusun sebuah buku riwayat hidup dan risalah rasulullah dengan judul at-tanwir fi maulid al-basyir al-nazir.pada masa abbasiyah, sekitar abad kedua belas masehi, perayaan maulid nabi dilaksanakan secara resmi yang dibiayai dan difasilitasi oleh khalifah dengan mengundang penguasa lokal.acara itu diisi dengan puji-pujian dan uraian maulid nabi, serta dilangsungkan dengan pawai akbar mengelilingi kota diiringi pasukan berkuda dan angkatan bersenjata.Namun tidak diketahui secara pasti kapan tradisi ini muncul di Banten, yang jelas, tradisi panjang mulud ini dirayakan masyarakat banten untuk memperingati hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa panjang mulud lahir pada masa Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1672). Ada juga yang berpendapat panjang mulud bermula pada pada masa sultan Banten kedua, Maulana Yusuf (1570-1580), namun tradisi panjang mulud yang mulai melibatkan masyarakat secara massal baru dimulai pada masa sultan ageng tirtayasa. Akibat kaburnya jejak sejarah itu, warga setempat hanya mengatakan bahwa perayaan itu untuk melestarikan tradisi para pendahulu mereka. Namun tradisi ini tidak begitu dikenal seperti sekaten dan grebek maulud karena itu sekarang pemerintah daerah kabupaten serang telah menjadikan kegiatan panjang mulud ini sebagai program pemerintah daerah



kesimpulan
          Sebagai sebuah kebudayaan dan tradisi tentu tradisi panjang mulud patut kita lestarikan karena hal ini merupakan salah satu identitas kita sebagai muslim nusantara. Dan dari segi keislaman tradisi ini tidak keluar dari maidah dan syariat islam, tidak ada unsur kemusyrikan ataupun hal hal yang mengandung mudharat,dan juga nilai nilai keislaman tetap ada seperti membaca dzikir, shalawat barzanji, dan doa betapa pintarnya ulama dahulu yang menyajikan tradisi islam menarik sehingga banyak orang yang antusias menjalankannya .
Islam memang datang ke nusantara tidak dengan paksaan, tapi dengan penyesuaian terhadap budaya budaya lokal. Dari segi budaya hal ini harus dilestarikan karena merupakan identitas bangsa yang menunjukan islam nusantara. Namun dari segi agama banyak pro dan kontra, namun semua kembali ke niat kita sendiri, karena pada hakikatnya maulid diadakan untuk membuktikan cinta kita kepada nabi, karena kecintaan itu kita akhirnya ingin selalu mengingat beliau, berdoa dan bershalawat atasnya, dan inilah hebatnya para penyebar agama islam terdahulu, mereka menyebarkan agama islam dengan memasukkan unsur islam kedalam kebudayaan warga sekitar tanpa mengurangi niat ibadah seseorang, seperti pada tradisi panjang mulud ini, warga tetap bisa antusias dengan berbagai makanan yang terdapat pada panjang mulud namun warga juga tetap bisa berdzikir, berdo’a dan bershalawat. Namun semua kembali kepada niat ‘al umuuru bi maqoshidiha’ setiap perkara itu tergantung niatnya, jangan diniatkan untuk mendapatkan makanan,,niatkan saja memperingati maulid nabi mengharap syafaatnya,anggap saja hadiah yang di dapat di panjang mulud adalah bonus kita di dunia, sedang bonus kita di akhirat tengah menanti yaitu syafaatul udzma dari Nabi Muhammad SAW. Amin ya Rabbal a’lamin.
Wallahu a’lamu bisshawwab


Refferensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman