GADIS ITU BERNAMA RANA
Pagi ini...
Kembali kutup gorden yang warnanya kian pudar...
Di tepian pintu ku tunggu Rana yang tak kunjung datang jua..
Wanita yang kutemui di sisi gelap kisah cerahnya kota..
Ku sapa gadis perokok yang tak tersipu oleh siapa pun yang memandangnya..
Kini aku menunggunya di tepian lorong tempat kami biasa bermesra..
Hanya aku, kamarku, dan jendela yang menanti kedatangannya...
Lima jam yang ku habiskan nyatanya tak mampu menerkanya...
Ku hanya titip seutas piyama yang ku sandingkan di sisi nestapa..
Ku tahu disana ada pintu merah yang selalu kau buka...
Menjemput kasih yang tak kau puji di hadapanku setiap masa...
Ku masih menunggumu Rana..
Kembali kutup gorden yang warnanya kian pudar...
Di tepian pintu ku tunggu Rana yang tak kunjung datang jua..
Wanita yang kutemui di sisi gelap kisah cerahnya kota..
Ku sapa gadis perokok yang tak tersipu oleh siapa pun yang memandangnya..
Kini aku menunggunya di tepian lorong tempat kami biasa bermesra..
Hanya aku, kamarku, dan jendela yang menanti kedatangannya...
Lima jam yang ku habiskan nyatanya tak mampu menerkanya...
Ku hanya titip seutas piyama yang ku sandingkan di sisi nestapa..
Ku tahu disana ada pintu merah yang selalu kau buka...
Menjemput kasih yang tak kau puji di hadapanku setiap masa...
Ku masih menunggumu Rana..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar