menunggu
belum, belum waktunya kau memandangi langit
belum, belum waktunya kau memandangi langit
mentari belum ingin
beranjak
dia belum menemukan
titik jenuhnya
meski angin menyeret
sayapnya untuk mengusirnya
dia tetap tegap
menyulut cerah dunia
ku tahu memang bukan
waktunya
tapi bintang tak bisa
kau paksa
bergeming bermunculan
seirama
bersama nuts piano
yang sedari tadi kau tata
coba cicipi balik
ekmek diatas meja
sentuh butiran merah
yang kau sayat penuh rasa
sambil merayu lelahmu
agar tak lama singgah
menunggu saat
pakaianmu tak lagi jingga
saat kau tak ragu
dalam tasbihNya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar